Page

Sistem politik yang baik bersumber dari Allah SWT


 

Bagi ulama kaum Muslim, tokoh masyarakat, pemilik kekuatan dan seluruh umat Islam, sudah cukup pertumpahan darah, pelecehan dan perampasan terhadap tempat-tempat suci, bahkan penghapusan Islam dari realitas kehidupan. Sudah saatnya bersikap tegas kepada penguasa sebagai kewajiban untuk mengoreksi para penguasa dan menjelaskan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim, yang telah Allah wajibkan atas kita. Tentara di negeri-negeri kaum Muslim, yang dekat dan yang jauh hendaknya sadar setelah menyaksikan rakyat Syam, Rohingnya, Afghanistan, Irak diusir kehormatannya diinjak-injak, darahnya ditumpahkan, rumah-rumahnya dihancurkan, dan harta bendanya dijarah. Mari merenungkan urusan kita, dan bersegera menegakkan hukum-hukum Allah dengan menegakkan Khilafah Rasyidah sehingga dengannya Allah SWT akan menolong seluruh umat.

berbicara perubahan harus meliputi dua hal, perubahan pemimpin dan perubahan sistem. Dan sistem yang baik adalah bersumber dari Dzat yang Maha Baik, Dia-lah Allah SWT, yang telah menjadikan Rasulullah Saw sebagai seorang nabi dan juga sebagai ra’is ad daulah atau kepala negara.
Karakter dakwah nabi adalah nubuwah (kenabian) dan ri’asah (kepemimpinan). Pasca Rasulullah SAW wafat, maka fungsi nubuwah nya ikut berakhir, namun fungsi ri’asah nya tetap berjalan, yang kemudian dilanjutkan oleh para Khalifah, inilah sistem Khilafah Islam.


dalam definisi pemimpin yang di tuliskan Ibn Taimiyah ada dua syarat yaitu Al-Quwwah dan Al Amanah.
Al Quwwah artinya kapabilitas seseorang sebagai pemimpin, sedangkan arti dari al amanah artinya orang yang takut kepada Allah, orang yang tidak memperjual belikan ayat-ayat Al Qur’an, orang yang menerapkan hukum Allah.
Yang takut kepada Allah hanyalah seorang muslim, lebih khusus lagi para ulama.
di dalam kitab yang dituliskan Ibn Taimiyah dijelaskan pemimpn yang amanah itu artinya wajib menerapkan syariah Islam.
Bagaimana mungkin kewajiban menerapkan hukum Islam itu diserahkan pada pemimpin kafir?

Ibn Mundzir juga menyatakan, “Telah sepakat para ahli ilmu yang menjadi rujukan, bahwa orang kafir tidak berhak mempunyai kekuasaan atas kaum Muslim dalam urusan apapun.” (Ibn al-Qayyim, Ahkâm Ahl adz-Dzimmah, II/787).

Seharusnya segala sesuatu harus dikembalikan kepada Islam. Bukan sekedar asas manfaat. Maka ketika mendidik ummat harusnya menyerukan kepada Islam. Dan di sinilah pentingnya menyerukan kepada ummat tentang keharaman memilih pemimpin kafir.

Fitnah dan kerusakan telah menimpa umat Islam di berbagai negeri seperti Suriah, Palestina, Afganistan, Rohingya umat Islam mengalami nasib yang mengerikan. Begitu pula umat Islam saling sengketa. Penjajahan dengan undang-undang telah mengekang hidup kita. Ini bagian dari neoimperialisme. Bukan hanya neoliberalisme ekonomi tapi semua bidang, kebebasan beragama yang memunculkan banyak aliran-aliran sesat, narkoba, aborsi dan rusaknya pemikiran hingga masalah pemimpin non muslim dan banyaknya kepala daerah yang non muslim. Selama kaum muslim tidak berpegang teguh pada Islam secara kaffah maka kaum muslim pasti akan jatuh pada kehinaan dunia dan di akherat akan dijerumuskan ke dalam api neraka. Karena itu, Tugas kita berjuang bersama-sama untuk menegakkan syariah dan khilafah. Karena hanya dengan itu Islam rahmatan lil ‘alamin benar-benar bisa diwujudkan.

Barat sebagai pemilik kekuatan uang, menjadikan media sebagai alat memerangi Islam. Menjadi salah satu bukti bagaimana media sekuler terus menerus menyudutkan Islam dan umatnya seperti dengan isu-isu terorisme.

Secara fisik, remaja saat ini memang sudah tidak lagi dijajah, tapi remaja hari ini dijajah secara pemikiran oleh kaum kafir. Barat dengan gaya hidupnya masih jadi idola remaja dan kaum Muslimin pada umumnya.
Sesungguhnya kemerdekaan yang hakiki adalah terbebasnya kita  dari segala penghambaan kepada hawa nafsu dan aturan orang lain, seraya mengikatkan dan menundukkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT, sebab itulah sebaik-baik penghambaan.
jika sekarang kehidupan masih terjajah oleh hawa nafsu, dikendalikan dan didikte oleh orang kafir yang merupakan musuh Islam maka itu merupakan bukti kalau kita belum merdeka.
Oleh karena itu, remaja Muslim harus memutuskan hubungan dengan penjajah dengan cara menolak dengan tegas setiap ide atau paham yang bertentangan dengan Islam. Juga menjadikan Islam sebagai sistem kehidupan dalam bingkai daulah Khilafah.

Islam memang mensyariatkan pengangkatan pemimpin dan penguasa bagi kaum Muslim. Islam mensyariatkan hal itu untuk mewujudkan tujuan yang ditetapkan oleh syariah. Pemimpin kaum Muslim itu diangkat untuk menegakkan agama Allah, menegakkan syariah-Nya, mewujudkan amar makruf nahi mungkar, meninggikan kalimat-Nya, menjaga pelaksanaan hudûd-Nya, memelihara hak-hak para hamba-Nya serta mengatur urusan kaum Muslim baik dalam urusan agama ataupun urusan dunia mereka. Dalam syariah, pemimpin (peguasa) itu diangkat tidak lain untuk menerapkan syariah secara menyeluruh. Penerapan syariah secara menyeluruh akan membuahkan rahmat untuk seluruh manusia. Dengan pemimpin yang menerapkan syariah itulah akan terwujud Islam rahmatan lil ‘alamin.

sistem politik demokrasi yang di mana-mana selalu berbiaya tinggi. Politisi, parpol dan siapa pun yang masuk, terjun atau terlibat dalam proses politik itu harus mengeluarkan biaya dan tidak jarang “membeli” suara baik langsung maupun tidak langsung. Konsekuensi logisnya, pragmatisme atau bahkan politik uang menjadi sesuatu yang pasti terjadi. Dampak lebih buruknya, terjadilah siklus uang untuk politik dan politik untuk uang. Dalam semua itu rakyat lah yang menjadi korban.