Download BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam

Negara Republik Sistem Rusak




Negara Republik Sistem Rusak


Kejahatan para rezim sistem republik berulang-ulang tanpa letih mengokohkan keyakinan secara kuat ke dalam pikiran dan perasaan umat Islam bahwa sistem republik selalu menindas. Sistem republik sebagai sistem yang bukan hanya kufur tetapi juga bersifat merusak. Dikatakan kufur karena sistem republik dengan pilar utamanya kedaulatan rakyat (as-siyadah li asy-sya’bi) telah menjadikan sumber hukum adalah akal dan hawa nafsu manusia atas nama rakyat. Tentu hal ini sangat-sangat bertentangan dengan prinsip utama akidah Islam berupa kedaulatan di tangan Allah SWT (as siyadah li asy-syar’i).

Rejim sistem republik gagal menolong umat Islam. Kewajiban kita mulai sekarang adalah mengadopsi perjuangan serius menyeru setiap elemen dari umat ini untuk menegakkan Daulah al-Khilafah dalam perjuangan kita. Itu adalah kewajiban yang Nabi kita Muhammad SAW perjuangkan. Rasul kita yang mulia telah mencurahkan seluruh kehidupan beliau untuk menegakkan Daulah Islamiyah dan berjuang untuk memperluasnya.

“Salah satu hal yang menyita perhatian dalam acara Muktamar Khilafah adalah spanduk bertuliskan “Urang Ciamis 100% Ngarojong (mendukung) Khilafah.” Ciamis adalah daerah paling timur Jawa Barat dan yang paling berbatasan dengan Jawa Tengah. Saya sebagai orang Ciamis yang studi di UI tidak menyangka begitu banyak masyarakat Ciamis yang ikut serta dalam Muktamar Khilafah kali ini.”
“Maraknya peserta MK yang diselenggarakan Hizbut Tahrir menunjukkan bahwa umat Islam di Indonesia sudah sangat rindu dengan Khilafah sebagai institusi yang akan menerapkan syariah Islam secara kaffah. Umat Islam Indonesia turut memberikan semangat bagi pejuang Khilafah di penjuru dunia. Hal ini pasti membuat geram musuh-musuh Allah yang tidak akan senang melihat Islam dan kaum Muslim bangkit.”
“Mahasiswa UI pun turut mendukung MK. Dukungan tegaknya syariah dan Khilafah tergambar dalam spanduk, ”Forum Remaja Masjid Universitas Indonesia (FRM UI) Mendukung Syariah dan Khilafah.” Ke depan saya berharap dukungan syariah dan Khilafah harus menggema di seantero UI. Insya Allah, di kampus-kampus yang lain juga memiliki harapan yang sama. Allahu Akbar!” (Irawan Setiawan, Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Indonesia)

Sistem republik meniscayakan biaya pemilu mahal (high cost) yang dibebankan calon kepala daerah, khususnya untuk sewa tandu partai. Politik transaksional yang ‘dilegalkan’ dalam sistem republik ini, karena dianggap sebagai konsekwensi dari biaya politik yang harus dibayar ketika ingin masuk dalam kancah pesta sistem republik.

Sistem republik sebagai bentuk pemerintahan yang di dalamnya banyak keputusan pemerintah atau di belakang kebijakan yang menimbulkan keputusan itu lahir dari suara terbanyak yakni dari mayoritas di pemerintahan atau di belakang kebijakan yang menimbulkan keputusan itu lahir dari suara terbanyak, yakni dari mayoritas di pemerintahan (consent of a majority of adult governed). Tataran Realitas, sistem republik dikendalikan oleh sinergi kepentingan para kapitalis dan penguasa yang memonopoli kebijakan, bukan untuk rakyat.
“Muktamar khilafah merupakan momentum perubahan dunia menuju khilafah. Perubahan hakiki adalah revolusi menuju Khilafah. Muktamar Khilafah di Indonesia sangat luar biasa. Bergetar rasanya ketika 100 ribu lebih takbir bergemuruh di Gelora Bung Karno. Duniapun ikut bergetar. Bagi saya, Khilafah sudah harga mati tidak bisa ditawar lagi. Hizbut Tahrir sebagai organisasi politik harus terus berjuang di tengah-tengah umat. Bahkan harus terlibat dalam semua aktivitas tegaknya Syariah dan Khilafah, termasuk dalam dunia usaha dan bisnis. Jika dunia usaha kuat, Syariah dan Khilafah akan semakin cepat tegak! Allahu Akbar….” (Dickdick Sodikin SE.MM, Managing Director Tridaya Consulting Group (TCG)

Sistem republik mudah meluncur ke arah tirani. Amerika serikat yang membangga-banggakan diri sebagai kiblat sistem republik dan HAM, selalu menjadikan 2 proaganda tadi sebagai alat penjajahan. Paul Findley senator AS lewat bukunya “Mereka Yang Berani Bicara dan Diplomasi Munafik Ala Yahudi”, membongkar dominasi loby Yahudi (AIPAC) dalam tubuh Kongres AS. Tidak seorang pun calon presiden AS yang bisa duduk di kursi kepresidenan tanpa direstui oleh lobi Yahudi tersebut, tegasnya
Fenomena mahar politik yang merupakan bagian dari politik uang (money politics) dalam sistem republik merupakan persoalan sistemik yang sulit diselesaikan. “Pasalnya, sistem republik yang berlaku di negeri ini berbasis sekuler dan berdasarkan suara terbanyak. Sehingga baik buruk akan mendapatkan legitimasi asal memperoleh dukungan paling banyak. jika seorang caleg yang bermodal gagasan saja tanpa di topang modal kuat akan keok. Ini bisa dipahami karena logika pesta sistem republik saat ini adalah logika suara dan kekuatan modal. Yang berkantong tebal sajalah yang akan menang.
Kontestan pilpres dan pilgub nyatanya tidak berdaulat, tetapi harus nurut pendapat partai. Jadilah, yang menentukan adalah elit partai. Pada akhirnya merekalah yang berdaulat, bukan anggota parlemen apalagi rakyat. Lebih dari itu, dalam sistem republik sarat modal. Para politisi dan parpol butuh dana besar untuk menjalankan proses politik. Dana itu sebagian kecil dari kantong sendiri dan sebagian besarnya dari para pemilik modal. Maka para pemilik modal itulah yang menjadi pihak paling berpengaruh dan paling berdaulat.

“AlhamdulilLah, Muktamar Khilafah sudah sukses dilaksana-kan, bi idznillah. Sekarang opini tentang Khilafah di masyarakat pun gaungnya sudah sangat terasa. Umat Islam sudah merindukan datangnya Khilafah. Ini karena sistem demokrasi dan kapitalisme faktanya telah gagal menyejahterakan umat.”
“HTI secara konsisten telah berupaya menyadarkan umat agar menerapkan Islam secara kaffah. Hal ini bisa terwujud secara sempurna dengan adanya institusi Khilafah. Insya Allah, hanya dengan menerapkan hukum Allah manusia dapat meraih kemuliaannya.” (Erik Sitepu, Kontraktor Alat Berat dan Pengusaha Perkebunan asal Riau)

Mungkinkah para penguasa republik itu totalitas melayani rakyat? Jika uang menjadi panglima. Sedangkan konsep atau ide akhirnya menjadi lips service pemanis kampanye semata. Sistem republik membonsai gagasan tapi menyuburkan politik uang. Inilah buruknya sistem republik. Jikalau ada gagasan/konsep maka itu semua adalah janji palsu. Buktinya, setelah pemilu, antara yang dilakukan dengan yang diucapkan saat kampanye seperti air dengan minyak. Tidak pernah sama. Dan itu terjadi berulang setiap pemilu

“Kita harus melakukan akselerasi untuk menegakkan khilafah” (Zakaria, dosen Universitas Hasanudin dan juga mahasiswa S3 IPB)

“Saya sangat terharu menyaksikan momen yang sangat berharga tersebut (Muktamar Khilafah), di mana umat berkumpul dalam jumlah besar menyuarakan syariah dan khilafah.” (Endah Prapti Lestari, Dosen Universitas Negeri Semarang)

“Saya kira acara (Konferensi Tokoh Umat) ini cukup bagus. Memang acara seperti ini sebaiknya diperbanyak. Karena ini merupakan upaya penyadaran umat sebenarnya. Sekarang ini adalah momennya dan kita umat Islam harus lebih pro aktif untuk tampil sekaligus berkontribusi dalam perjalanan bangsa kita.”
“Selama ini kita cenderung lebih banyak diam. Kita menyampaikan aspirasi dan ini adalah hak kita. Nah inilah penyadaran umat seperti ini belum banyak dilakukan.” (Siswanto, Dosen FISIP Unlam)

“Alhamdulillah acaranya (Konferensi Tokoh Umat) bagus. Materi yang disampaikan juga bagus. Barangkali perlu pemetaan ke depan agar materi yang disampaikan tidak terlalu padat. Supaya para peserta bisa memahami lebih jauh.”
“Harapan terhadap dakwah, sebaikanya kita sampaikan terus-menerus ke masyarakat dengan penyampaian yang sederhana walaupun materinya tetap seperti yang ada.”
“Untuk perjuangan khilafah itu sudah kewajiban umat Islam ya. Dan janji Allah suatu saat akan terwujud kembali.” (Alwi Sahlan, Tokoh Masyarakat Banjarmasin)


Negara Republik Sistem Menyimpang


 

 

Negara Republik Sistem Menyimpang


sistem republik merupakan sistem yang tidak sesuai dengan Islam, sehingga tidak mungkin Hizbut Tahrir sebagai gerakan Islam masuk dalam sistem yang bertentangan dengan Islam. Pertentangan sistem republik dengan Islam terletak pada keyakinan siapa yang berhak membuat atau melegalisasi hukum. Dalam sistem republik, salah satu tugas parlemen adalah legislasi hukum yang sebagian besar tidak berdasarkan syariah Islam. Dan dalam pandangan Hizbut Tahrir, melegislasi hukum tidak berdasarkan syariah Islam adalah keharaman.

berdasarkan pengalaman yang ada menunjukkan bahwa perjuangan Islam melalui sistem republik bukanlah jalan yang tepat. beberapa negeri-negeri Muslim yang pernah mengalami fakta tersebut. Misal di Palestina, gerakan Islam Hamas menang dalam pemilu tetapi kemudian diboikot. Di Aljazair ada partai FIS yang memenangkan pemilu juga kemudian dibatalkan hasil pemilunya. Di Turki ada partai Refah pimpinan Erbakan memenangkan pemilu tapi kemudian hasil pemilu dibatalkan dan partai Refah dibubarkan. Dan kejadian di Mesir ketika terpilih presiden Mursi yang kemudian dikudeta oleh militer yang dipimpin As Sisi. Ini menunjukkan fakta-fakta sejarah yang bisa kita ambil pelajaran bahwa jalan sistem republik bukan jalan yang tepat dan memang sifat dasar sistem republik itu tidak cocok dengan Islam,

“Acara (Rapat Dan Pawai Akbar) ini akan memberikan pengaruh yang mendalam bagi kaum Muslim di seluruh penjuru dunia. Acara ini menjadi testimoni atas hal itu. Ada fakta bahwa kaum Muslim di seluruh dunia akan melihat dan mendiskusikan; juga ada fakta bahwa banyak pemerintahan memperhatikan. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruhnya tidak bisa dipungkiri. Hal ini penting karena umat telah mendapat pukulan yang hebat lebih dari seabad, kehilangan kepercayaan diri, kadang meragukan diri sendiri. Karena itu pertemuan seperti ini akan menguatkan keyakinan diri itu.” [Wassim Doureihi, Juru Bicara Hizbut Tahrir Australia]

Rangkaian insiden penembakan di AS menunjukkan, kekerasaan bukan hanya monopoli  tentara negara Amerika  yang melakukan pembantaian terhadap rakyat sipil di Suriah, Irak, Afghanistan dan Pakistan. Kekerasan negara  yang secara brutal melakukan pembunuhan di luar negeri, sedikit banyak menjadi ‘teladan’ dan menginspirasi rakyat Amerika yang demikian gampang membunuh manusia. Inilah ciri masyarakat sakit kapitalisme. AS sebagai Negara adidaya yang paling heroik mengusung kapitalisme dengan berbagai sistem hidupnya seperti sistem republik, liberalisme, pluralisme, ibarat kapal busuk yang akan tenggelam. Pertanyaannya negeri ini melaju mengekor pada sistem republik AS ataukah kembali ke jalan Islam?

Upaya pelarangan aktivitas Hizbut Tahrir (HT) di berbagai negara Barat sesungguhnya merupakan bukti yang telak kekalahan sistem republik. Sistem republik yang diklaim memberikan kebebasan kepada siapa saja untuk berpendapat, mengkritik, ternyata tak mampu menghadapi pemikiran-pemikiran Islam dan politik yang diemban HT. Pasalnya, HT, dengan pemikiran Islam yang ia emban, sukses membongkar kepalsuan sistem republik, standar ganda, kerusakan, dan bahayanya bagi umat manusia.
HT, selama ini, memang dikenal konsisten mengkritik ideologi Kapitalisme Barat berikut kebijakan-kebijakan negara-negara imperialis; mengkritik keburukan sistem republik dan pertentangannya dengan Islam; menguliti kerusakan pemikiran sekular dan liberalisme. HT paling getol membongkar kejahatan negara-negara Barat terhadap Dunia Islam; membongkar kepalsuan Amerika dan sekutu Baratnya yang—kerap mengatasnamakan sistem republik dan HAM—menjajah negeri-negeri Islam.
Dengan dakwah politik yang gencar dilakukan HT, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris dan beberapa negara Eropa menjadi gerah dan khawatir. Mereka takut negeri-negeri Islam akan mencampakkan sistem republik dan liberalisme yang mereka anut selama ini. Negara-negara imperialis tentu sadar benar, ketika umat Islam di seluruh dunia mencampakkan sistem Kapitalisme yang dipaksakan atas mereka, tamatlah penjajahan negara-negara Barat atas dunia Islam. Ini merupakan kerugian yang sangat besar bagi Barat yang hidup dari penjajahan mereka atas dunia Islam.

“AlhamdulilLah, senang sekali melihatnya. Saya sedang dari Sydney ke Indonesia. Sekarang berbeda di sini. Kaum Muslim dan para aktivis HTI memberikan inspirasi: melakukan pawai yang menyerukan Khilafah yang jumlah pesertanya banyak, menyerukan agama Allah. Semua itu sangat memberikan motivasi dan inspirasi bagi kami yang datang dari Australia. Secara keseluruhan, brothers dari Indonesia benar-benar luar biasa!” [Yusuf, dari Sydney, Australia]

Jalan buntu terakhir yang mereka tempuh adalah menggunakan alat politik secara represif dengan melarang HT. Ini jelas menunjukkan kekalahan sistem republik. Kalaulah mereka yakin akan ide yang mereka klaim unggul, mengapa mereka takut membiarkan pemikiran HT yang mengemban Islam berkembang? Padahal mereka mengklaim sebagai negara demokratis yang mengagung-agungkan kebebasan berpendapat.

Realitasnya adalah sistem republik liberal Indonesia tidak pernah mampu untuk memecahkan masalah masyarakat. Lebih dari 71 tahun penerapan sistem republik tidak dapat menghapus penindasan dari bagian masyarakat. Sebaliknya, dalam perspektif perlindungan anak situasi makin rentan malah kian buruk.

“AlhamdulilLahi Rabbil ‘alamin, Ash-Shalatu ‘alal mursalin. Kami melihat acara di Kota Jakarta, Ibukota Indonesia. Begitu banyak kaum Muslim yang berkumpul menyerukan Khilafah. Hal ini menjadi inspirasi bagi kami yang tinggal di negara Barat, khususnya Australia, untuk melihat seruan ini di negeri Muslim, seruan penyatuan dan Khilafah pada hari ini. Kami melihat ini adalah seruan yang agung. Kami mendukung seruan ini dan meminta brothers di sini untuk melanjutkan usaha ini dan melanjutkan dakwah, Insya Allah.” [Ali, dari Melbourne, Australia]

“AlhamdulilLah, acara (Rapat Dan Pawai Akbar) ini sangat luar biasa untuk menyiarkan syiar Islam, terutama untuk menegakkan Khilafah. Pada saat ini umat Islam di seluruh dunia sudah menyadari bahwa bersatunya umat di seluruh dunia ini dengan tegaknya Khilafah. Acara ini menunjukkan bahwa keinginan umat itu semakin membesar. Karena itu keinginan penegakkan Khilafah ini tidak bisa terbendung lagi.” [Ardi Muluk, Mahasiswa S3 di UK]

“RPA (Rapat Dan Pawai Akbar) ini penting. Ini suatu momen penting untuk menyadarkan dan membuka mata masyarakat kita yang memang benar-benar saat ini sudah terancam neoliberalisme dan kapitalisme. Jadi saya sangat appreciate. Saya sangat setuju sekali. Memang negara kita saat ini benar-benar dirampok, diambil sumberdayanya. Ini adalah masalah. Jadi memang kapitalisme dan neoliberalisme ini harus dilawan. Pada akhirnya ini adalah suatu perang pemikiran.” [Ferryal Basbeth, Dosen Forensik Universitas Yarsi]

“Acara RPA (Rapat Dan Pawai Akbar) sungguh menarik. Saya sangat terharu dengan semangat HTI untuk membumikan syariah Islam. Perjuangan untuk berdirinya sebuah Khilafah patut didukung oleh semua umat Islam. Sebab, tak ada sistem yang sempurna kecuali syariah. Saya selalu mendukung setiap usaha yang memiliki nilai kemaslahatan bagi umat dan bangsa. Apalagi yang menghapus neoliberalis dan kapitalisme.
Selamat berjuang. Kami sebagai bagian dari umat Islam siap mendukung. Amin. AllahuAkbar!” [Olivia Maunti, Konsultan Politik]

“AlhamdulilLlah, luar biasa! RPA (Rapat Dan Pawai Akbar) ini menjadi penyemangat bagi kaum Muslim agar sama-sama memperjuangkan syariah Islam. Saya sangat setuju. Tidak ada lagi solusi bagi umat Islam dan seluruh umat manusia selain Khilafah. Dengan Khilafahlah manusia akan hidup sejahtera. Tentu, saya akan siap berjuang bersama Muslimah HTI karena Hizbut Tahrir adalah wadah yang mempersatukan kaum Muslim sedunia yang ditakuti Amerika.” [Ummu Haura, Ibu Rumah Tangga Warga Bogor]
“Kepada seluruh perempuan Indonesia, mari kita menyadari bahwa kondisi Indonesia sangat buruk, tidak boleh dipertahankan, harus berubah. Perubahan yang diperintahkan yaitu perubahan menuju tegaknya Khilafah. Karena itu marilah bersama Hizbut Tahrir berjuang melakukan perubahan untuk tegaknya Khilafah Islam.” [Iffah Ainur Rochmah, Jubir Muslimah HTI]

“Ada poin penting dari penyelenggaraan RPA (Rapat Dan Pawai Akbar) ini. Pertama: bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi masalah besar. Indonesia terancam neoliberalisme dan neoimperialisme yang menyengsarakan rakyat. Rakyat dibuat sangat menderita. Kedua: Dengan kondisi seperti ini, rakyat harus diselamatkan. Bagaimana caranya? Yaitu dengan menegakkan Khilafah.
Setelah RPA ini, diharapkan umat semakin memahami Khilafah dan memberikan dukungan dalam perjuangan penegakan Khilafah. Dengan dukungan umat, insya Allah Khilafah segera terwujud.” [Ratu Erma Rahmayanti, Ketua Muslimah HTI]

Membebaskan negeri dari neoimperialisme


 

Indonesia saat ini berada dalam cengkraman penjajah kapitalisme liberal. Penjajahan ini hampir di segala bidang kehidupan, baik dalam aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya hingga pertahanan dan keamanan.
Ideologi Kapitalisme liberal ini semakin kokoh mencengkeram Indonesia. Hal ini nampak jelas dari semakin sempurnanya pelaksanaan Demokrasi, Liberalisasi, Pasar bebas, Gaya Hidup hedonisme, yang kesemuanya merupakan anak kandung dari Kapitalisme. Maka momentum ini, kita berupaya dan terus berjuang bersama-sama untuk membebaskan negeri ini dari segala bentuk penjajahan yang semakin menyengsarakan rakyat di negeri ini
makna hijrah harus dipahami secara benar oleh kaum muslimin. Sebab untuk mengaktualisasikan makna Hijrah ini kaum Muslimin harus memahami sirah Nabi Muhammad SAW, sejarah dan fakta umat Islam saat ini.

Dari fakta sejarah setelah Rasulullah SAW hijrah dari Mekah ke Madinah maka syariat Islam diterapkan secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan, baik dalam ideologi, politik dalam dan luar negeri, pertahanan dan keamanan, ekonomi, sosial kemasyarakatan, hukum dan pendidikan.
Dengan berkaca pada fakta sejarah hijrah Rasulullah saw ini, maka kini saatnya seluruh komponen umat Islam berjuang bersama-sama agar syariat Islam diterapkan secara kaffah dalam naungan Khilafah. Karena hanya dengan Khilafah inilah syariat islam dapat diterapan secara sempurna dan Islam rahmat lil ‘alamin benar-benar dapat diwujdkan

sungguh Allah akan cinta hambanya yang bertobat. Dalam hadits disebutkan “At taaib Habibullah”, orang yang bertobat adalah kekasih Allah. Sehingga sangat wajar, jika dia sudah dicintai Allah, sudah menjadi kekasih-Nya, kemudian dia melantunkan istighfar, Allah akan senang. Allah bukan saja mengampuni dosa-dosa sang hamba, namun juga memberikan berbagai bonus keutamaan, yakni; memberikan jalan keluar atas segala kesulitan, melapangkan dada yang gundah gulana, dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Ingatlah, Allah tidak pernah luput atas janji-Nya. Semoga Allah menjadikan kita kekasih-Nya. Akan diampuni dosa-dosa, dan diberi berbagai keutamaan. Allahumma Amiin.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah pasti akan selalu memberikannya jalan keluar dari setiap kesempitan dan kelapangan dari segala kegundahan serta Allah akan memberikan rizki kepadanya dari arah yang tidak ia sangka-sangka.” (HR. Abu Daud)

sumber kebencian kapitalis Barat terhadap Islam adalah bersifat ideologis. Media massa barat tidak dikontrol oleh Yahudi atau Kristen, tapi dia adalah bagian dari Ordo Sekuler, Kapitalis Liberal. Rezim Barat ini menyebarluaskan kepentingan penguasaan materi dan ideologi sekuler secara global. Apapun yang merintangi mereka, terutama Islam dan Muslim, akan dipersetankan dan dihilangkan martabat kemanusiaannya. Berbagai kelompok intelektual di dunia Barat bisa melihat bahwa ketika sebagian besar kelompok etnik/budaya bisa menerima peran global AS, ternyata dunia Islam lah yang justru mengindikasikan penolakan yang masih terlihat vokal. Maka tidak heran apabila ada individu yang kerap menyerang Islam dan ini juga menjadi sumber pencitraan negatif terhadap Islam dan muslim.

Secara ekonomi benar-benar negeri ini sudah terkuras oleh asing. Secara keilmuan idealisme atas ilmu juga luntur dengan pola kapitalisme. Normalnya kita harus marah atas kondisi ini, dengan kemarahan yang benar. Kemarahan ini harus disalurkan menuju sebuah keinginan dan perjuangan untuk membuat suatu perubahan ke arah kebenaran. Perubahan dengan metode yang diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Sesungguhnya Nabi SAW tidak pernah marah terhadap sesuatu. Namun, jika larangan-larangan Allah dilanggar, ketika itu tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi rasa marahnya (HR al-Bukhari dan Muslim).
Perang kaum kafir terhadap Islam dan kaum Muslim telah sampai pada tingkat memicu kemarahan setiap muslim yang mukhlis. Karena itu, dalam banyak hal kita pun harus marah, misal: saat kehormatan Islam dilecehkan, saat orang-orang kafir mengolok-olok Islam, saat orang-orang liberal mengacak-acak Alquran, saat para penguasa membuat UU yang bertentangan dengan Islam dan melakukan berbagai kezaliman, saat saudara-saudara sesama Muslim dihinakan bahkan dibantai tanpa belas kasihan, dsb. Dalam hal seperti ini kita bukan hanya boleh marah, bahkan harus marah. Jika mampu kita wajib mengubahnya dengan tangan (kekuasaan).

saat ini Indonesia dalam ancaman tantangan hambatan dan gangguan (ATHG) neoliberalisme dan neoimperialisme. Ancaman nyata neoliberalisme diantaranya diterapkan sistem sekuler, tatanan ekonomi kapitalistik, perilaku politik oportunistik-Machiavellistik, budaya hedonis yang amoralistik, kehidupan sosial yang egoistik, sikap beragama sinkretistik, dan sistem pendidikan materialistik,
sesungguhnya Islam bukan ancaman karena Islam anti terhadap: kemaksiatan, terorisme, sekulerisme, korupsi, monopoli dan penguasaan asing. Justru Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam yang menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat.

politik menurut pandangan Islam merupakan pengaturan dan pelayanan terhadap rakyat. Sedangkan yang dimaksud dengan “cerdas politik” adalah memahami bagaimana pengaturan dan penataan terhadap rakyat dari tata kelola yang benar, yakni jika kehidupan rakyat diatur menurut syariat Islam.

Download BUKU Dakwah Rasul SAW Metode Supremasi Ideologi Islam