Page

Penguasa Malaysia Memfitnah dan Mengadili 4 Aktivis Hizbut Tahrir


Tidak Puas Dengan Memfitnah, Penguasa Malaysia Mengadili Juru Bicara Hizbut Tahrir Malaysia dan 3 anggota lainnya.

Para anggota Hizbut Tahrir Malaysia telah mengajukan penghentian tuntutan pada hakim penuntut pada 17 Februari 2017, tapi belum dijalankan.

Juru bicara Hizbut Tahrir Malaysia (HTM), Abdul Hakim Othman, bersama 3 anggota Hizb lainnya: Wan Noorul Hisham Wan Salleh, Hishamudin Ibrahim, dan Sopian Jahir diadili di Pengadilan Syariah Hulu Langat di Selangor. Mereka diadili karena mengadakan konferensi pers pada 4 Desember 2015 di kantor Hizbut Tahrir Malaysia, Selangor. Di konferensi pers itu dibahas fatwa  Mufti mengenai Hizbut Tahrir yang dibuktikan merupakan tuduhan, kebohongan, dan kerancuan mengenai Hizbut Tahrir. Hukuman yang dituduhkan pengadilan adalah denda maksimal RM 3.000 atau penjara hingga 2 tahun atau kedua-duanya. Tiga anggota Hizb lainnya dituduh berkonspirasi dalam perkara yang sama.

Setelah pembacaan tuduhan di pengadilan, Abdul Hakim meminta pengadilan menutup kasus itu, karena fatwa yang dikeluarkan oleh Mufti itu penuh dengan perendahan, kebohongan, tuduhan dan kerancuan tentang Hizbut Tahrir. Hizb telah memberikan bantahan resmi kepada Mufti pada 28 Juni 2016 yang menjawab secara detail semua poin fatwa itu dan telah meminta Mufti membatalkan fatwa keliru itu.

Lagi-lagi, muncul stigmatisasi negatif dan penyebaran kebohongan terhadap Hizbut Tahrir, sementara tidak ada pintu bagi Hizbut Tahrir untuk membantah dengan jelas terhadap fatwa yang menyimpang itu dan tidak ada ruang bagi diskusi. Apakah ini sesuai dengan Islam? Apakah mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan kebenaran dan menjawab fitnah merupakan pelanggaran terhadap Islam, sehingga para anggota Hizbut Tahrir dituntut karenanya? Bukankah argumen seharusnya dijawab dengan argumen? Tapi mereka malah menjawab argumen dengan "kekuatan"!

Untuk kesekian kalinya, kami mengajak untuk duduk dan melakukan pembahasan secara beradab, intelek, berbasis persaudaraan, dan adil, sebagaimana dituntunkan Islam, baik secara privat maupun terbuka. Kami berdoa kepada Allah Swt. supaya membuka hati-hati umat ini untuk kebaikan dan semoga Allah Swt. selalu menuntun kita di jalan yang benar. Dan perhatikanlah peringatan dari Allah Swt. (artinya):

"Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab Jahanam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar." (TQS. al-Buruj: 10)

Bacaan: khilafah.com
---


Para penguasa saat ini adalah lemah di hadapan musuh-musuh kita, tidak pernah berani melakukan apapun yang harus dilakukan, baik di Palestina, Kashmir, Afghanistan, Irak, Suriah atau bahkan di dalam negeri. Namun, mereka perkasa di hadapan umat Islam, membusungkan dada mereka dan menyerang semua yang kita pegang teguh dari Islam, demi tuan-tuan asing mereka. Jelas mereka bukanlah dari kami dan kami bukanlah dari mereka. Kemudian, bagaimana anda dapat mentolerir pemerintahan mereka lagi, jika dengan dukungan Andalah mereka bisa bertahan hidup? Bagaimana Anda menerima para pengkhianat itu menjerumuskan sebagian orang untuk mendukung penyimpangan, orang-orang dan sistem Demokrasi buatan manusia? Bagaimana Anda masih membolehkan para agen itu untuk menekan Islam dan rakyatnya, dengan menolak hak-hak mereka untuk hidup dengan Islam dalam sebuah negara Khilafah?