Page

Kami Mengutuk Penyiksaan Terhadap Syabab Hizbut Tahrir di Zanzibar


Hizbut Tahrir Tanzania mengutuk keras tindakan barbarian, brutal dan kezaliman yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal yang bersenjata. Mereka melakukan penculikan dan penyiksaan terhadap Syabab Hizbut Tahrir pada 1 Maret 2017 di area Kiboje, Wilayah Selatan Zanzibar.

milisi bersenjata (tanpa seragam) tanpa menunjukkan identitas mereka memaksa masuk ke kampung sekitar pukul 2 siang, beberapa dari mereka mengepung rumah (di mana ada para syabab di dalamnya) dengan senjata-senjata seolah mereka adalah pasukan musuh bersenjata, lalu menangkap Juma Muarab, Ibrahim Silima dan Said Mohammed, memborgol mereka, menutupi wajah mereka, memaksa mereka masuk mobil ke lokasi yang tidak diketahui di mana mereka menerima penyiksaan brutal tanpa alasan. Lalu di akhir, melepas mereka di hari yang sama sekitar pukul 10 malam, mengancam mereka untuk tidak terlibat dan bergabung dengan Hizbut Tahrir.

Tindakan ini biadab, memalukan dan pengecut, para milisi itu melakukan kejahatannya dengan menutupi wajah para korban, tak bernyali mengungkap identitas mereka. Selain itu, ini jelas-jelas perwujudan kekejian terhadap Islam dan umat Islam meskipun faktanya muslim adalah penduduk mayoritas di kepulauan Zanzibar.

Di samping itu, kemunculan milisi semacam itu dalam waktu yang lama di Zanzibar dan tindakan brutal mereka di siang bolong tanpa secara resmi dicegah atau dipertanyakan oleh negara telah memunculkan dugaan bahwa operasi mereka mendapat restu penuh dari Kepolisian dan juga digunakan oleh para politisi.

Kami menyeru kepada semua yang punya secuil kemanusiaan dan rasa keadilan untuk mengutuk keras dan memprotes aksi biadab milisi semacam ini yang terus merusak mmasyarakat.

Kami mengingatkan para milisi, para penolongnya dan pendukungnya bahwa kejahatan ini akan diperhitungkan.

"Dan janganlah sekali-kali kamu mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang lalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.  Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong." (TQS. Ibrahim: 42-43)

bacaan: Khilafah.com
 ---


Para penguasa jahat ini tidak berhenti hanya menyiksa kaum Muslim dan membantainya, bahkan mereka menyerahkan bangsa dan sumber daya alamnya untuk dijarah oleh kaum kafir penjajah. Lihat ini, minyak yang dijarah, harta yang dirampok, dan hak-hak yang dirampas. Lihatlah Afghanistan, Chechnya, Palestina, Syam, Irak, Libya, dan kekayaan Islam yang tiada duanya, semuanya mereka serahkan kepada kaum kafir penjajah. Mereka para penguasa tersebut tidak mewariskan kepada rakyatnya, selain kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Lalu para penguasa boneka yang tengah memimpin umat Islam memerintah dengan buruk, mereka menjual kekayaan umat dengan harga sangat murah. Lalu mereka merobek-robek dunia Islam menjadi lima puluh lebih negara-negara kecil yang rapuh, yang sama sekali tidak diperhitungkan, negara yang tidak mampu melindungi rakyatnya dalam menghadapi kejahatan, bahkan mereka ikut menekannya dan membuatnya kelaparan, serta membiarkan mereka menderita di kamp-kamp tanpa percikan belas kasih.

Sesungguhnya, orang yang melihat semua ini dan banyak lagi lainnya, maka ia akan melihat dengan jelas bahwa sebab umat Islam mengalami penderitaan dan kemerosotan yang parah ini adalah karena hilangnya Islam dari realitas hidupnya, sehingga menyebabkan pecahnya kekuatan umat, hancurnya Khilafah, berkuasanya rezim-rezim zalim dan para thaghut dalam kehidupan kaum Muslim, bukan kekuasaan yang menerapkan sistem kehidupan Islam yang adil, dan syariah Allah yang tidak diturunkan kecuali membawa rahmat bagi seluruh alam. Apabila seseorang mencermati dengan serius, maka ia mendapati bahwa tidak ada tempat berlindung bagi umat Islam, kecuali pada Allah; dan tidak ada yang bisa menyelamatkannya kecuali dengan mengikuti metode yang diturunkan Allah, serta menerapkannya dalam kehidupan melalui negara Islam, sebab hanya dengan ini umat Islam akan kembali bersatu, jaya dan kuat.

Sungguh ikatan umat Islam telah putus, persatuannya telah tercabik-cabik, dan Khilafahnya telah hilang selama sembilan puluh tahun masehi, atau sembilan puluh tiga tahun hijriyah. Dengan demikian, sudah terlalu lama umat menderita, tidak ada yang bisa menyelamatkannya kecuali dengan mengikuti metode yang diturunkan Allah, menerapkannya dalam kehidupan melalui pendirian kembali negara Khilafah Islam.