Page

PERNYATAAN SIKAP ULAMA YOGYAKARTA #BelaBenderaTauhid



PERNYATAAN SIKAP ULAMA YOGYAKARTA #BelaBenderaTauhid
24 Oktober 2018

YOGYAKARTA – Mudzakarah Ulama’ Ahlussunnah Wal Jama'ah yang bertajuk Pernyataan sikap #BelaBenderaTauhid di Joss Room Pesantren At-tasniim Yogyakarta pada pukul 20.00 pada Rabu (24/10).

“Setiap kaum itu punya semboyan kebanggaan. Dan semboyan yang paling agung untuk kaum muslimin adalah kalimat tauhid,” ujar Ustadz Iful Fitrah Al Kandari pembina pesantren At Tasniim Yogyakarta. Mudzakarah ulama ini dihadiri puluhan ulama seluruh provinsi DIY.
Pembicara lain dalam acara tersebut adalah Ustadz Abu Hanif, dan Ustadz Abah Narko A Fikri. Ustadz Abu Hanif sebagai pembicara pertama memaparkan tentang keprihatinannya terkait masalah pembakaran bendera tauhid.

Terdapat 3 perkara syubhat dari argumentasi mereka.
Pertama adalah membakar bendera/ panji bertuliskan kalimat Allah diqiyaskan dengan Al Qur'an. Illat-nya ngawur dan mengada-ada. Dulu al fakir banyak membakar mushaf di pesantren karena banyak mushaf yang rusak, namun (sekarang malah) diqiyaskan bendera, bukan dalam kondisi tercecer, namun dikibarkan.
Kedua, mereka tuduhkan bendera ormas tertentu, padahal jelas itu adalah bendera yang sesuai hadist Rasul. Bahkan, Jika kita lihat videonya malah bendera merah putih yang tercecer.
Ketiga, membakar bendera tauhid sama kayak Rasul membakar masjid dhirar, masjid orang munafik, lalu rasul membakarnya, dan rasul sudah menjadi kepala negara. Bukankah sekarang, belum ada kepala negara Islam?

Pernyataan tersebut dikuatkan dengan pemaparan Ustadz Iful Fitrah Al Kandari tentang posisi liwa rayah dalam pandangan islam.

Kebodohan berlapis bagi mereka yang membakar bendera tauhid.
Kebodohan pertama, mereka tidak tahu jika itu bendera Rasul.
Kebodohan kedua, mereka tidak tahu kalau Hizbut Tahrir  tidak pernah mengklaim bendera tersebut sebagai bendera organisasi.
"Bendera dan panji rasul menunjukkan bendera dan panji kaum muslim, karena apa yang menjadi seruan bagi rasul sama seperti seruan bagi kaum muslimin," tutup Ustadz Iful Fitrah Al kandari.

Acara tersebut diakhiri dengan pernyataan sikap dari Abah Narko A Fikri bahwa ulama menghimbau pelaku harus dihukum berdasarkan hukum Islam. Abah narko juga mengajak untuk umat islam bersatu dan tidak terpecah-belah seperti saat ini.[L]