Page

Revolusi Suriah Adalah Inspirasi Bagi Umat



Salah satu indikasi awal atas kelemahan Dunia Muslim muncul ketika Umat menyadari bahwa kekuatan Eropa telah meningkat dalam hal militer, ekonomi dan politik. Sebelum adanya saingan di panggung internasional, Khilafah Utsmani sudah berada dalam kondisi tidak sadar dan merasa puas dengan keadaannya sendiri dan tidak menyadari adanya kelemahan internal yang sedang menjangkiti. Ketidaksadaran itu dikarenakan meningkatnya kelemahan dalam memahami ideologi Islam. Maka Dunia Muslim digoncangkan ketika menyadari bahwa dia sedang dalam kelemahan, tersadar karena pengaruhnya di arena internasional telah dihadang oleh kekuatan baru Eropa.

Kondisi sadarnya Umat atas kelemahannya kemudian menjadi penentu semua upaya pembangkitan kembali yang muncul di masa depan. Keadaan jatuh dan lemah telah menjadi suatu ukuran fisik yang terindera. Dunia Muslim telah lemah dalam hal politik, ekonomi, dan militer. Barat telah kuat dalam hal politik, ekonomi, dan militer. Konsepsi kebangkitan dan kejatuhan secara fisik semacam ini telah dijadikan asas oleh banyak gerakan di Dunia Muslim di mana tujuan-tujuan fisik/ materi ditetapkan sementara dalam kenyataannya tidak pernah dicapai. 
Dalam mengikuti konsepsi materialistis atas hal kebangkitan dan kemerosotan, banyak gerakan kebangkitan mengabaikan fakta bahwa asas bagi ideologi Islam dan peradaban Islam adalah spiritual, pemikiran dan bukan material. Maka semua upaya gerakan pembangkitan tanpa dakwah pemikiran yang kuat dan murni menjadi terjebak dalam kegagalan, tidak mampu membangkitkan kembali keagungan peradaban Islam yang memang berasas spiritual, pemikiran. 
Pencapaian materi oleh Negara Khilafah telah banyak direkam sejarah. Faktanya, Negara Khilafah telah menjadi terdepan dalam militer, ekonomi dan politik selama beratus-ratus tahun. Tapi berbagai pencapaian material ini adalah hasil dari peradaban Islam yang dibangun atas pemikiran spiritual yaitu pemikiran dari wahyu Allah. Ketaatan kepada Allah Swt.

Dalam konteks inilah Revolusi Suriah benar-benar unik. Apa yang dunia saksikan di Aleppo akhir-akhir ini adalah sebuah krisis kemanusiaan dalam tingkat sangat tinggi. Tapi apa yang disaksikan oleh Umat adalah sebuah inspirasi untuk kembali kepada kemurnian peradaban Islam. Motivasi penduduk Suriah, dan khususnya revolusi Suriah bukan berdasarkan pada kekuatan materi mereka, namun malah sebaliknya.

Apa yang kita lihat dalam gambar, video, dan berita dari Suriah adalah seruan, orasi, harapan dan protes yang menyatakan bahwa dunia telah membiarkan kezaliman atas penduduk Suriah. Tapi motivasi mereka hidup adalah karena "(Revolusi) Ini adalah demi Allah" dan karena "Pemimpin kami adalah Muhammad (Saw.)."

Slogan berbahasa Arab yang kuat yang telah membentuk revolusi Suriah terus digaungkan meskipun terjadi banyak kematian, kehancuran dan pengungsian karena ulah tiran Bashar yang dihadapi Kaum Muslimin di Suriah. Dalam keadaan yang sangat mengerikan dan tragis ini, kaum Muslimin di Suriah terus berdiri dan menolak menyerah.

Dan sementara semua ini terjadi, Umat menyaksikannya. Umat melihatnya dan semoga Umat meluruskan konsepsinya tentang kebangkitan dan kejatuhan. Umat menyaksikan dan semoga Umat menyadari bahwa kekuatan Umat tidak pernah berasas pada materi, meskipun Umat punya banyak sumberdaya itu. 
Kekuatan Umat adalah Aqidah Islam, keimanan kepada Allah Yang Mahakuasa dan ketaatannya pada Tuhan Semesta Alam sehingga Umat tidak tunduk pada seorangpun kecuali pada-Nya Swt. Tidak ada kekuatan tiran, atheis Timur, adidaya Barat, penguasa boneka -meskipun mereka semua digabung- bisa membuat Umat tunduk pada kezaliman jika mereka menolak untuk tunduk.

Adalah aspek pemikiran, spiritual ini -yang menjadi asas revolusi Suriah- yang akan membentuk upaya-upaya pembangkitan di Dunia Muslim, memurnikan konsepsinya mengenai Peradaban Islam dan mendorongnya bergerak menuju tegaknya kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.

"Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci." (TQS. ash-Shaff: 8)

Sumber bacaan: Insinyur Moez, The Syrian Revolution is an inspiration for the Ummah, Nussrah Magazine edisi 35 (Maret/April 2017)
---